Monday, 17 June 2013

Kebahagian Kecil Yang Tak Terganti

Liburan semeter kali ini salah seorang temanku yang bernama Dede mengajakku dan teman2 SMAku untuk mengisi liburan ini dengan berbagi bersama saudara di daerah ya yang bisa dikatakan jauh dari jamaahan orang2. Ibunda dari Dede menyarankan agar liburan kita kali ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dengan cara berbagi sesama dengan orang2 yang membutuhkan. Desa Songan, Kintamani, dimana desa tersebut merupakan desa tujuan kita terletak didaerah perbukitan yang jauh dari permukiman padat dibawahnya.. Dengan jarak tempuh yang lumayan jauh dari desa dibawahnya memaksa kita agar menggunakan mobil pick-up untuk mengangkut saya dan teman2 serta rombongan donatur lainnya untuk dapat naik ke desa tersebut. Dengan dipandu oleh salah seorang warga bali lulusan S1 australia yang sudah bertahun2 mengbdikan diri di desa tersebut. Kecintaanya terhadap alam dan anak2 membuat dia mengutuskan untuk dapat mengajar dan melatih anak2 didesa tersebut. Pengabdian yang dilakukan oleh kakak tersebut sangatlah mulia, aku dan teman2 sangat terharu dengan apa yang telah dia berikan kepada desa tersebut. Mungkin bukan hanya uang dapat dia berikan, tetapi pelajaran, keterampilan dan yang paling penting cinta kasih yang berikan kepada anak2 di desa tersebut yang dapat membuat anak2 tersebut dapat bersemangat untuk menjalani hidup. Ketika kami sampai disana warga sangat antusias dengan kedatangan kami, dimana kami disambut dengan baik oleh para warga setempat. "Ramah", kata tersebut menjadi salah satu kelebihan dari warga disana. Didesa songan tersebut hanya terdapat 1 sekolah dasar, dan untuk mencapai kesekolah itu anak2 harus berjalan kaki pagi2 buta , karena perjalanan dari rumah mereke menuju ke sekolah tersebut sangatlah jauh. Tak sedikit pula anak2 hanya dapat datang kesekolah hanya 2-3x dalam seminggu. Dan yang sangat memprihatinkan dari desa tersebut yaitu tidak adanya pelayanan kesehatan. Di desa ini tidak sedikit orang tua ataupun anak2 yang memiliki sakit yang sebenarnya bisa disembuhkan oleh para medis, tetapi jadi tidak bisa disembuhkan oleh mereka sendiri, karena minimnya pengetahuan warga tersebut akan bahayanya penyakit2 tersebut. Dibalik dari cerita tersebut tak sedikit pula dari anak2 tersebut yang memiliki banyak prestasi, baik itu dibidang akademis maupun non akademis. Walaupun desa ini sangat jauh dari kata "bagus" , tetapi semngat meraka untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik tidak akan pernah mereka sia-siakan. Dari sinilah aku dan teman2  banyak belajar arti hidup yang sesungguhnya..

Anak-anak gunung yang sangat ramah.


ini adalah salah satu anak yang mengalami luka pada kakinya akibat terkena gerigi sepeda, tetapi karena tidak adanya tenaga medis didesa tersebut, terpaksa luka itu diobati "ala kadarnya" .


Anak-anak penerus bangsa!!


No comments:

Post a Comment