Monday, 17 June 2013

Konsep Biologi

Biologi
 
Biologi ialah ilmu yang mempelajari tentang segala sesuatu mengenai makhluk hidup. Biologi adalah salah satu ilmu, yang menjadi objek dari ilmu ini ialah makhluk hidup dan yang menjadi subjeknya tentulah manusia. Dalam kehidupan sehari-hari manusia menjalani fenomena-fenomena atau gejala-gejala kehidupan yang kemudian melekat dihatinya, difikirannya, diingat dalam ingatannya. Dengan demikian terbentuklah apa yang dinamakan “pengetahuan arena pengalaman”.
Pengetahuan tentang kehidupan mulai dibicarakan sejak manusia banyak menghadapi masalah, salah satu diantaranya adalah penyakit. Manusia pada waktu itu berpendapat, bahwa masalah penyakit itu disebabkan oleh hal-hal yang berhubungan dengan dunia mistik (metafisik). Pewarisan pengetahuan yang diberikan kepada orang-orang kepercayaan saja (pewarisan tertutup), sehingga
perkembangan pengetahuan sangat terbatas dan lamban. Penemuan-penemuan baru lebih berdasarkan pada faktor coba-coba dan kebetulan. Yang mendapatkan pewarisan tertutup pada waktu itu masih terbatas di kalangan para dukun, pendeta dan tabib.
Dengan berkembangnya pengetahuan ini, maka sudah ada sekelompok anggota masyarakat secara diam-diam meneliti asal-usul penyakit atas dasar pandangan objektif (akal sehat), dan pertama kali dipelopori oleh hipoerates (760- 370 SM).


Pengertian Biologi
Istilah biologi lahir pada zaman peradaban Yunani. Berasal dari kata bios yang artinya hidup dan logos dengan arti ilmu, jadi pengertian biologi pada waktu itu merupakan bidang studi yang khusus mempelajari makhluk-makhluk hidup saja. Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1801 yang dikemukakan oleh Lamarck dan Treviranus, sedangkan Ariseles (384-322 SM) dipandang sebagai tokoh perintis perkembangan ilmu pengetahuan tentang makhluk hidup.
Pengertian biologi dapat kita katakan suatu ilmu tentang seluk beluk makhluk hidup dan kehidupan. Sekarang mengapa kita mempelajari biologi? Satu alasan yang menonjol atas yang lain ialah untuk mengetahui banyak tentang diri kita sendiri dan bumi yang kita huni. Kita adalah hewan, dalam banyak hal kita hanyalah berbeda sedikit dengan hewan-hewan lain. Dalam beberapa hal kita berlainan benar sehingga kita menempati posisi yang unik di dunia ini. Salah satu yang membedakan manusia dengan hewan adalah sifat kemelitan (keingintahuan). Homo Sapien adalah “orang yang mengetahui”. Keinginan untuk mengetahui merupakan tonggak perwujudan manusia. Jadi kita mempelajari biologi karena alasan yang sama mengapa kita mempelajari fisika, kimia, matematika, sejarah, kesusastraan dan budaya. Untuk memperoleh pengetahuan segi lain tentang kehidupan kita dan bumi kita.
Dalam kehidupan sehari-hari pengetahuan tentang biologi sangat bermanfaat bagi kehidupan, seperti membantu bidang pertanian, peternakan, kedokteran, industri makanan, pemeliharaan lingkungan hidup dan lain-lainnya
Pengetahuan ini berasal dari telah tentang sejarah, agama, falsafah, kesusasteraan dan budaya, atau istilahnya bersifat humaniora. Untuk menentukan keputusan yang efektif tidak saja diperlukan pemahaman yang jelas tentang nilai-nilai yang patut dilindungi atau dikembangkan di masyarakat, tetapi juga pengetahuan tentang asas-asas fisika dan biologi yang mendasari kehidupan kita. Untuk itu diperlukan pengetahuan yang bermula dari telah sains biologi ilmu tentang kehidupan merupakan satu diantara ilmu-ilmu sains.

Classmate of biology class.

they're my classmate. no matter how i sad, happy, lucky, getting hurt, and many more they allways there's beside me. how lucky i'm haved they're!

We're in Tugu Monas, Jakarta


Gunung Salak Temple, Bogor, West Java


 At Trans Studio, Bandung, West Java


Kebahagian Kecil Yang Tak Terganti

Liburan semeter kali ini salah seorang temanku yang bernama Dede mengajakku dan teman2 SMAku untuk mengisi liburan ini dengan berbagi bersama saudara di daerah ya yang bisa dikatakan jauh dari jamaahan orang2. Ibunda dari Dede menyarankan agar liburan kita kali ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dengan cara berbagi sesama dengan orang2 yang membutuhkan. Desa Songan, Kintamani, dimana desa tersebut merupakan desa tujuan kita terletak didaerah perbukitan yang jauh dari permukiman padat dibawahnya.. Dengan jarak tempuh yang lumayan jauh dari desa dibawahnya memaksa kita agar menggunakan mobil pick-up untuk mengangkut saya dan teman2 serta rombongan donatur lainnya untuk dapat naik ke desa tersebut. Dengan dipandu oleh salah seorang warga bali lulusan S1 australia yang sudah bertahun2 mengbdikan diri di desa tersebut. Kecintaanya terhadap alam dan anak2 membuat dia mengutuskan untuk dapat mengajar dan melatih anak2 didesa tersebut. Pengabdian yang dilakukan oleh kakak tersebut sangatlah mulia, aku dan teman2 sangat terharu dengan apa yang telah dia berikan kepada desa tersebut. Mungkin bukan hanya uang dapat dia berikan, tetapi pelajaran, keterampilan dan yang paling penting cinta kasih yang berikan kepada anak2 di desa tersebut yang dapat membuat anak2 tersebut dapat bersemangat untuk menjalani hidup. Ketika kami sampai disana warga sangat antusias dengan kedatangan kami, dimana kami disambut dengan baik oleh para warga setempat. "Ramah", kata tersebut menjadi salah satu kelebihan dari warga disana. Didesa songan tersebut hanya terdapat 1 sekolah dasar, dan untuk mencapai kesekolah itu anak2 harus berjalan kaki pagi2 buta , karena perjalanan dari rumah mereke menuju ke sekolah tersebut sangatlah jauh. Tak sedikit pula anak2 hanya dapat datang kesekolah hanya 2-3x dalam seminggu. Dan yang sangat memprihatinkan dari desa tersebut yaitu tidak adanya pelayanan kesehatan. Di desa ini tidak sedikit orang tua ataupun anak2 yang memiliki sakit yang sebenarnya bisa disembuhkan oleh para medis, tetapi jadi tidak bisa disembuhkan oleh mereka sendiri, karena minimnya pengetahuan warga tersebut akan bahayanya penyakit2 tersebut. Dibalik dari cerita tersebut tak sedikit pula dari anak2 tersebut yang memiliki banyak prestasi, baik itu dibidang akademis maupun non akademis. Walaupun desa ini sangat jauh dari kata "bagus" , tetapi semngat meraka untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik tidak akan pernah mereka sia-siakan. Dari sinilah aku dan teman2  banyak belajar arti hidup yang sesungguhnya..

Anak-anak gunung yang sangat ramah.


ini adalah salah satu anak yang mengalami luka pada kakinya akibat terkena gerigi sepeda, tetapi karena tidak adanya tenaga medis didesa tersebut, terpaksa luka itu diobati "ala kadarnya" .


Anak-anak penerus bangsa!!